Tips Sebelum Membeli Rumah. Katanya, Beli Rumah Harus Yang Begini! Pernah gak si kepikiran, kalau beli rumah tuh harus kayak gimana sih? Apa aja yang perlu diperhatikan selain mikirin design rumah, luas tanah dan bentuk bangunannya kayak apa? Karena Banyak yang gak sadar kalau beli rumah tuh harus mempertimbangkan banyak hal.
Banyak orang sudah punya kriteria rumah impian. Tapi ada juga yang setelah beli rumah, baru kepikiran, "Duh, harusnya gini-harusnya gitu".
Memilih rumah itu untuk jangka panjang. Kelak untuk hidup bersama orangtua, pasangan, anak-anak, hingga mereka dewasa dan kita menikmati masa tua bersama. Beli rumah itu bukan sekedar transaksi biasa. Tapi kita sedang mempertaruhkan bagaimana transaksi itu bisa menjadi awal dari sebuah cerita yang indah, kenyamanan dan tempat pulang yang akan selalu dirindukan.
"Kalau gak cocok ya tinggal jual lagi aja"
Ettssss, tidak semudah itu ferguso. Apalagi buat kaum mendang-mending yang Duit pas-pasan :( Makanya, kamu perlu memperhatikan beberapa hal penting ini, yang kata orang, beli rumah tuh harus yang kayak gini. Simak 7 Tips sebelum membeli rumah, Yuk!
1. Bentuk dan Lokasi Bangunan
- Pastikan dinding atau tembok berisi. Tidak 'kopong' saat diketuk.
- Cek setiap dinding, apakah ada lembab/rembes/ terdapat retakan atau tidak
- Cek lantai. Apakah ada ubin yang retak /terangkat / ambles
- Cek sumber dan kondisi air, apakah air tanah/PDAM. debitnya deras /kecil. Jernih/keruh.
- Cek Septic tank. Apakah kedalamannya aman atau terlalu dangkal.
- Cek saluran pembuangan air mengalir kemana
- Cek atap / plafon. Apakah ada bekas bocor / tidak
- Cek material yang digunakan pembangunan rumah; jenis batu, besi, genteng dsb.
- Cek aliran listrik apakah berfungsi normal semua/tidak.
2. Aksesnya Mudah Dan Terjangkau. Jalanan Luas, dan Ramai.
Udah jadi rahasia umum banget nih. Kalau punya rumah yang aksesnya mudah dan terjangkau itu pasti enak banget. Kemana-mana gak susah dan Transportasi banyak rumah dekat stasiun kereta, halte bus, atau pintu masuk/keluar jalan tol. Mau aktivitas kerja, kuliah, sekolah juga udah enak aja.
Apalagi dengan kondisi jalanan yang luas. walaupun padat kendaraan, tapi sudah ada di jalurnya masing-masing. Jadi akan minim drama kejebak macet sepanjang jalan kenangan cuma karena ada 2 mobil yang lewat papasan, dan motor yang slonongan trabas dan bikin jalanan makin macet. wkwk
Tapi, Perumahan jaman sekarang banyak 'nyelip' di dalam perkampungan. Gak sedikit dari mereka punya akses jalan yang sempit bahkan dengan jalanan berbatu nan rusak. Nah, kamu perlu pertimbangkan hal ini.
Ditambah lagi, jalur ke beberapa perumahan banyak melewati jalanan yang kiri kanan hutan atau persawahan yang sepi dengan resiko kejahatan yang tinggi. Makanya, jalur ramai itu gak selalu jalur macet. Justru membuat kita nyaman dan lebih aman seperti ada 'teman' berkendara.
3. Rumah Komplek Dengan Developer Yang Jelas
Mendambakan rumah dengan lingkungan yang nyaman dan adem dari tetangga rese' yang nyetel sound horeg? biasanya solusinya adalah punya rumah di komplek. Gak menjamin 100% sih, tergantung bagaimana sifat manusia yang menjadi tetanggamu itu. Hanya saja, perumahan komplek itu biasanya punya sifat 'masing-masing aja' tapi tetap peduli dengan sesama.
Rumah komplek juga punya peraturan yang harus dipatuhi, termasuk soal izin renovasi rumah atau saat mengadakan acara. Jadi jam istirahat di rumah gak akan terganggu dengan tetangga yang jam 1 malem masih ketak-ketok renov rumah apalagi nyetel sound horeg.
Kalau ada apa-apa, bisa lapor ke pengurus komplek untuk dimusyawarahkan. Insha allah lebih terjamin karena kita berhak mendapatkan keadilan dan kenyamanan karena sudah turut membayar kewajiban IPL untuk biaya keamanan, kenyamanan dan kebersihan yang lebih terjamin.
Namun cari rumah komplek juga jangan semudah itu. Kita perlu memastikan bahwa perumahan yang kita beli berada dalam tanggung jawab Developer yang jelas, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin bisa terjadi dikemudian hari, seperti proyek mangrak, tanah sengketa, atau izin yang ilegal.
Nah, kamu harus cari developer yang jelas status hukumnya. Sudah berbadan PT dan punya track record yang bagus. Hindari pembangunan rumah yang depelopernya atas nama pribadi, ya. Biasanya harganya memang lebih murah, tapi sangat beresiko tinggi.
Untuk perumahan dengan pengembang yang punya nama besar itu biasanya akan lebih terjamin dan aman. Seperti pengembang dari Sinar Mas Land, Ciputra Group, dan sebagainya.
4. Cari Yang Tanahnya Luas, Terakes Mobil Dan Ada Garasinya!
Beli rumah bukan hanya sekedar membeli sebuah bangunan lalu mengisi perabotan. Kita harus memikirkan berapa manusia yang mungkin akan tinggal di dalam sana. Berapa lama kita akan menetap, dan bagaimana nanti kita saat berada di dalamnya dan di lingkungannya.
Katanya, beli rumah yang tanah dan bangunannya luas. Cukup luas untuk hidup bersama keluargamu. Supaya manusia yang hidup di dalamnya bisa merasa aman dan nyaman, dan memiliki ruangnya masing-masing. Tempat pulang yang selalu menjadi tujuan tanpa harus melarikan diri kemana-mana.
Harus terakses mobil? Ini saran aja, sih. Sepengalamanku yang punya rumah di dalam Gang, rumah di dalam gang itu memiliki banyak keterbatasan. Selain aksesnya yang sempit dan lebih padat penduduk, akan cukup menyulitkan saat kita ada acara/kumpul keluarga, saat membeli barang besar, kedatangan tamu, atau saat akan pindahan barang.
Ya, akan lebih baik jika punya rumah dengan jalan luas terakses mobil. Siapkan juga garasinya, biar Allah berikan mobilnya! Juga biar kita gak parkir sembarangan di pinggir jalan atau lahan orang!
5. Cari Yang Dekat Pasar, Sekolah, Dan Taman Bermain
Dekat pasar, beli apa-apa jadi gampang. Kebutuhan dapur jadi mudah terpenuhi. Pasar jauh dari rumah tuh kadang bikin males belanja. Emang sih ada online-online. Tapi akan lebih enak juga kalau suatu hari butuh datang langsung ke pasar. Pun dengan sekolah dan taman bermain anak. 3 tempat ini krusial banget, harus memenuhi kriteria para orang tua atau calon orang tua.
Sekolah dekat, jadi akan lebih aman dan mudah dipantau. Jadi orangtua gak perlu khawatir bahkan gampang diantar jemput. Pun dengan taman bermain anak. Biar ngajak main gak perlu harus ke taman hiburan berbayar. Tinggal ajak ke taman depan, piknik ala-ala, anak pasti suka. Biar anak gak main gadget mulu, dia butuh lapangan bermain atau taman bersama teman-teman untuk menikmati waktu bermain.
6. Cari Yang Communal Space nya Banyak
Gak cuma anak-anak yang butuh taman bermain. Para orangtua, remaja dan segala usia juga butuh ruang di luar rumah untuk beraktivitas, bersantai atau berolahraga. Perumahan dengan communal space yang banyak tentu membuat penghuninya jadi senang berada di sana.
Saat ingin bersantai, berolahraga atau menghirup udara segar jadi gak harus pergi jauh-jauh dari rumah atau menggocek biaya yang mahal. Area umum seperti taman yang luas, jogging track, pinggir danau, atau sebuah bukit dengan pemandangan rasanya udah cukup memuaskan!

.png)

No comments
Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^