Trip 5 Hari 4 Malam, Jakarta – Semarang – Dieng – Wonosobo – Magelang

Share:

Cerita Pengalaman Liburan 5 Hari 4 Malam. Dari  Jakarta ke Semarang, Lanjut ke Dieng, Wonosobo, dan Magelang. Sebentar kurang, tapi baru hari ke 3 Rasanya pengen cepet pulang wkwk. Kenapa nih?

Dieng sebenarnya belum jadi wishlist yang ingin aku kunjungi, tapi karena FYP banget dan banyak konten Wonosobo dieng yang berseliweran di sosial media, aku jadi tergoda untuk mengunjunginya.

Sekali menyelam minum air, kami mengatur rute Semarang, Dieng, Wonosobo, Magelang. Yap, sekalian ke Negeri Sayur niatnya.

Dalam perjalanan ini,  kami menyiapkan waktu 5 hari 4 malam. 

  • Malam pertama di Semarang.
  • Kedua di Dieng
  • Ketiga di Wonosobo
  • Keempat di Magelang

DAY 1 - Jakarta - Semarang

Sabtu, Pukul 14:00, kami berangkat dari Jakarta dengan kereta Kertajaya dari Stasiun Jatinegara, kami duduk di kursi 14 A & B, yang ternyata dapat kursi mundur. Diluar prediksi BMKG banget ini. wkkw. Tapi gapapa, karena perjalanan malam dan gak ada pemandangan yang bisa dilihat, jadi berasa aman aja, yang penting selamat sampai tujuan.

Setibanya di Semarang pukul 21:00, kami menyempatkan diri main di Kota Lama , sekalian check in di Bobobox, salah satu penginapan yang cukup lama jadi incaran, alhamdulillah kesampaian juga. Selagi dapat murah, cuma 132.000 aja untuk kasur double!

Enaknya nginep di Bobobox Kota Lama Semarang, kami langsung bisa menitipkan tas. Jadi gak perlu bawa beban tas lagi pas main di sekitar Kota Lama. Setelah puas foto-foto dan jalan-jalan, jalan kaki dikit, kami udah langsung sampai di Penginapan. Bebersih dan langsung bisa istirahat. Besok, sebelum berangkat ke Dieng, kami akan menyempatkan diri untuk ziarah ke makam Mba Erina Julia. 

DAY 2, Semarang - Dieng.

Minggu paginya, kami bangun dan kembali main-main di Kota Lama yang ternyata kalau pagi gak terlalu ramai, ya (?)  Tapi panasnya masyaallah wwkwk. Setelah puas berfoto di beberapa sudut, kami sarapan Soto Seger yang ada di sana. Ini menurutku enak banget tolonngggggg.

Ohiya, selama trip ini, kami menggunakan moda transportsi motor. Motor yang kami sewa di antar langsung ke Penginapan.. 

Hari ini, kami niatnya ke Dieng pagi-pagi. Tapi apalah daya, motor yang kami sewa ternyata gak sesuai ekspektasi. Setelah kami menerima motor sewaan dan kami gunakan untuk nyekar ke Makam Mba Erina, ternyata Stang motornya ini agak belok ke kanan, jadi cukup membahayakan jika kami bawa untuk perjalanan jarak jauh. Setelah lapor, kami ditawarkan motor pengganti.

Setelah motor pengganti datang, kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan ke Dieng. Tapi ternyata motor pengganti malah lebih parah gak stabil. Kami sudah diperjalanan, tapi alhamdulillah masih di Semarang Kota. Akhirnya kami minta ganti motor lagi, tapi tidak ada yang ready.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung cari tempat sewa motor baru dan membatalkan sewa dengan rental sebelumnya. Alhamdulillah, pengembalian dana bisa 100%. Kami langsung datang ke tempat sewa motor yang baru yang terdekat dari lokasi kami. Alhamdulilah juga, motor ada yang ready di sana.

Kami Sewa motor di Satria Rental Motor Semarang dengan type Honda Vario 125. Kami sewa start hari Minggu jam 12 siang, dan pengembalian jam 3 di hari rabu, jadi kami hanya kena 3 hari dan overtime 3 jam. Dan ada biaya luar kota Semarang. Berikut rinciannya, ya. 

  • vario |3 hari : 300.000
  • Weekend | 1 hari : 25.000
  • Antar-jemput : 25.000
  • Overtime 3 jam: 45.000
  • Charge diluar jam operasional : -
  • Charge luar kotaa 3 hari : 150.000
  • Total : 545,.000 

Pengalaman Sewa Motor Keliling Dieng & Magelang

Minggu siang hari, setelah drama rental motor selesai, kami langsung bergegas melanjutkan road trip, alias perjalanan ke Dieng. Kami otw sekitar pukul 1 siang kurang. Berbekal Google maps, kami diberi pilihan rute. Akhirnyaa kami memilih rute dieng via CBD, sebuah kawasan yang pernah ingin aku datangi, akhirnya cuma lewat doang. wkwk

Perjalanan menuju Dieng, menurutku kondisi jalan cukup oke. Gak rusak, gak macet. Cuma agak horor aja kalau lewatnya malam malam. Pas sampai di sana sore saja rasanya sudah sepi bangettt. Dan perjalanan ini didominiasi dengan kiri-kanan kebon. wkwk

Masuk daerah wonosobo, jalan mulai terang dan ramai. View perbukitannya sangat memanjakan mata. 

Enaknya sewa motor, waktu tempuh terasa lebih cepat dan gak kejebak macet. Kami juga lebih bisa menikmati perjalanan dan memandangi langsung setiap keindahan ciptaan Allah SWT pada setiap jalan yang kami lalui. Termasuk udara dingin dan hembusan angin yang menyapa dapat kami rasakan langsung. 

Pukul 16:55  kami tiba di Homestay kami di Dieng. Alhamdulillah, view nya menawan banget. Di perjalanan melewati banyak pemandangan dan beberapa tempat wisata seperti,  Kebun Teh Tambi, Kampung Atas Awan, lalu Dieng Plateau

Awalnya kami berencana mampir ke beberapa tempat wisata. Namun karena jadwal perjalanan yang agak berantakan, akhirnya langsung menuju penginapan aja.

Kami menginap di Gedung Putih dengan harga Rp. 201.000 per malam. Homestay murah gitu lah ya. Tapi overall masih oke. Walaupun kebersihannya cukup jadi tanda tanya. wkwk Tapi di sini  Dingin bangeeeeettttt. Dapat pemandangan juga dari teras depan.

Di area bersama, ada dispenser galon dan air hangat. Pengertian banget ini pengelolanya. Ternyata sebutuh itu kita dengan air hangat pas di dieng..

Menjelang malam, kami keluar kamar dan makan bakso untuk menghangatkan diri. Lalu main ke Titik nol Dieng. Asli di sini makin dingin gila. wkkw. Perjalanan dari homestay ke Titik Nol KM juga horor banget karena sepi dan gelap. Kiri kanan pepohonan tanpa penerangan dan rumah penduduk. Kami cepat pulang dan langsung tidur.

Malamnya menggigil kedinginan. wkkwkw

Day 3, Dieng - Kebun Teh Tambi

Senin - Tidak ada jadwal mengejar matahari sunrise. Jadi kami bangun se-bangunnya aja. Sisa menggigil semalam juga masih berasa banget. Bangun tidur agak shock juga nih liat kaca full dengan embun. Kebayang kan di dalem bus transjakarta jam 5 pagi pas penumpangnya belum ramai? Iya gitu deh. Dingin banget, berasa di dalam kulkas. Kayak AC 16 derajat. Padahal ini kamar gak pake AC. wkwk

Agenda pagi ini, kami ingin melihat lautan awan. Tapi ternyata salah timingnya. wkwk. Kami kepagian. Awan belum berubah menjadi lautan. Cuaca juga mendung, awan hitam datang dan tetesan gerimis sempat turun. Lalu kami melimpir ke Watu Angkruk.

Di Watu Angkruk, langit cukup cerah dan mulai lumayan keliatan gunung. Kami foto-foto, dan lautan awan mulai terlihat. Sayangnya kami sudah terlalu malas untuk kembali ke tempat awal. Akhirnya kami pergi  untuk mencari sarapan. 

Nah ternyata, Untuk melihat lautan awan, ternyata bisa kita dapatkan sekitar jam 9 - 10 pagi yang cerah. Catet!

Candi Arjuna

Selesai makan, Gak mandi dulu, kami langsung cus ke Candi Arjun. 

Ternyata salah timing lagi. wkwkwk Harusnya ke sini tuh pas pagi bangettt. Biar merasakan butiran-butiran es kayak salju karena udaranya yang dingin banget ini. Tapi yaudah... Kami hanya bisa menikmati udara dingin campur panas diantara megahnya candi-candi dan bunga yang bermekaran dibawah langit biru.

Aku baru tau, ternyata Areanya lumayan luas. Aku juga suka banget dengan Banyak bunga yang bermekaran di sini. Adem tapi panas. Posisi di bawah pohon jadi favorit orang-orang yang mau ngadem. Ohiya, Ada bundling tiket di sini untuk datang ke kawah Sikidang, tapi kami gak berminat. 

Batu Ratapan Angin.

Setelah ke candi arjuna, kami main ke Batu Ratapan Angin yang lokasinya gak terlalu jauh. Temanya sama, untuk melihat view. Tapi tempat ini gak ramah untuk lansia, yaa. Karena kita harus menapaki banyak anak tangga untuk ke atas dan melihat pemandangannya.  


Sama seperti tempat lainnya juga, lokasi tempat wisata ini gak terlalu luas, ya cuma ke situ-situ aja. Suasana juga masih sama, adem tapi panas. Favorite aku, pas foto dengan view danau. 

Udah. Itu aja destinasinya. Setelah puas bermain, kami kembali ke homestay untuk mandi dan packing. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kebun Teh Tambi Wonosobo, penginapan glamping kami untuk malam selanjutnya.

Kebun Teh Tambi - Wonosobo

Perjalanan ke Kebun Teh Tambi juga gak sesuai ekspektasi. Lagi-lagi, kami gak sesuai jadwal. Niatnya mampir sana-sini, tapi kami udah kebangetan lelah dan takut hujan. wkwk. Akhirnya ya, langsung ke lokasi tujuannya.


Diantara hamparan luas kebun teh dan pemandangan bukit. Pas sampai, kami benar2 senang dan puas banget liatnya. Wahh, seru banget nih kayaknya bermalam di sini. Tenda yang kami pilih lumayan besar, ada 2 space gitu. Jadi Langsung santai di terasnya..

Penginapan 250.000 yang melebihi ekspektasi. Tendanya bersih, kasurnya empuk dan nyaman banget. Areanya juga gak menyatu dengan tempat wisata, walupun mungkin terlihat. Minusnya satu sih, kamar mandinya cukup jauh huhu....

Baru sampai, kami langsung eksplor perkebunan teh yang menurutku luas banget. Seluas mata memandang. Cuaca yang tadinya panas terik perlahan mulai tertutup kabut juga. Gak lama, tetesan air hujan turun. Tapi cuma gerimis aja.

Karena kami gak berniat kemana-mana, untuk makan malam kami juga pesan dari penginapan. Menu nya murce sistt... Dan rasanya juga enaaak. 

Sore menjelang malam, kabut tebal mulai turun. Langit cerah berubah menjadi abu. Suasana syahdu dan dingin ingin jadi satu. Romantizzz...

Di antara luasnya hamparan kebun teh, kami kira malam hari akan horor. Tapi alhamdulillah enggak seram, ya. Gak sepi juga karena banyak suara dari tenda sebelah yang bawa anak kecil. Mereka gak berisik, tapi suara obrolan dari tenda sebelah jadi menghidupkan suasana.  

Malam harinya, kami kira di sini gak sedingin dieng, ternyata malamnya menggigil juga wkwk, Sepertinya angin ini tembus dari tendanya, dan selimutnya kurang tebal. huhu Tapi seru bangetttt Berasep gitu napasnya~.

DAY 4, Kebun Teh Tambi - Magelang

Selasa - Lagi lagi gak ada agenda sunrise lagi. Bangun tidur, kami disapa dengan pemandangan Gunung Sindoro dan perbukitan . Udara masih terasa dingin, matahari sudah mulai memancarkan sinarnya. 




Kami Santai-santai di Tenda sambil makan nasi ayam sisa semalam wkwk. Kemudian lanjut Menikmati hidangan lezat menu nasi goreng khas wonosobo, dan tempe mendoan yang kami dapat free dari penginapan.

Btw menu ini mendadak jadi favorit aku. Karena emang se-enak ituuu padahal keliatan sederhana bangettt. DItambah lagi makannya with view bersama sang kekasih. Udah cocok, makin nikmaattt. 

Ohiya, aku udah buat cerita lengkapnya nginep di Meditatea Camp Wonobsobo juga.

Baca cerita lengkapnya: Meditatea Camp - Wonosobo, Camping Di Kebun Teh Tambi

Telaga Menjer

Setelah sarapan, kami menyempatkan ke telaga Menjer. Dan lagi-lagi zonk karena salah pilih pintu masuk.  Ternyata, yang view nya bagus tuh masuk dari area penginapan. Ibarat setu babakan, Telaga menjer ini ada 3 pintu masuk. Nah, ya setiap pintu masuk ada HTM nyaa. Dan kami salah pintu!

Tapi yaudah. Karena kecewa, foto-foto dikit aja, akhirnya kami langsung kembali ke Tenda penginapan dan bersantai sebelum jam checkout.

Setelah rasanya cukup bersantai, karena takut hujan dan kesorean, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Magelang sekitar pukul 10:12.

Kebun Teh Tambi Wonosobo - Magelang

Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Kami melewati jalan seperti bukit dengan akses jalan besar dan juga ngepas 2 mobil. Memasuki daerah magelang, kami mulai shock karena jalanan didominasi dengan tanjakan dan turunan tajam. Alhamdulillah motor kami aman. Cuma si ayang agak ngeri gitu. 

Sekitar Pukul 12:00, kami tiba di penginapan yang berada di Sukomakmur Magelang, tapi belum bisa checkin. Jadi kami main ke coffee shop with view sambil makan siang. Udara panas tapi sejuk. Lokasinya hampir bersebelahan, cuma nanjak aja.

Ohiya, walaupun kami shock dengan kondisi jalanannya, tapi kami gak berhenti menyanjung ke Agung Allah SWT yang sudah menciptakan pemandangan ini. Benar-benar Masya allah full view.

Jujur sih, pemandangan Magelang ini lebih the best dari Dieng yang kami datangi kemarin. Tapi, keduanya sama-sama 'bau pupuk' yang tercium cukup tajam. Udaranya sama-sama dingin tapi panas.

Menginjakkan kaki di sini, aku jadi terbawa suasana. Rapuh. Seperti teringat masa lalu. Udara dingin, bunga yang bermekaran indah, dan suasana hening yang seolah menghanyutkan jiwa. 

Tiba saatnya checkin, kami melihat-lihat sekitar penginapan dan istirahat sebentar di kamar, lalu kembali menjelajah area sekitar. Ada Nepal Van Java. Tempat wisata yang cukup ramai jadi perbincangan, tapi gak masuk dalam list perjalananku. 

Nepal Van Java

Siang menjelang sore, kami main ke Nepal Van Java. Melihat perumahan padat penduduk dengan ciri khas yang unik. Seharusnya ada view gunung dibaliknya. Tapi karena kami ke sana pas siang menjelang sore, jadi gunungnya ketutup Kabut. Seharusnya ke sini pas pagi-pagi, ya...

Saat membeli tiket, kami ditawarkan untuk mendatangi beberapa destinasi menggunakan Ojek lokal. Kami akan diajak ke atas sekitar rumah-rumah penduduk di atas sana. Tapi karena mager dan takut karena jalannya cukup curam menanjak dan menurun, kami hanya ke 1 titik saja, yaitu ke Menara Pandang hanya untuk melihat view ke atas dan kebawah. Dan ini hanya jalan kaki dari parkiran motor.

Setelah di rasa cukup, kami kembali ke Penginapan saat kabut mulai terlihat dan gerimis mulai turun.

Griyo Butuh

Lagi-lagi kami merasa penginapan ini melebihi ekspektasi. Dengan harga Rp. 250.000 yang masih terjangkau, kami disuguhi pemandangan mahal dengan udara dingin nan sejuk dengan sapaan kabut tebal dari atas gunung. 

Area hijau dengan view bukit dan pegunungan nya ini kayak di negeri dongeng. Jujur aku gak ekspek akan sesuka ini dengan penginapan Griyo Butuh. Ya, minusnya kami pilih kamar mandinya yang di luar aja sih :(

Sore hari ketika kabut mulai turun, aku mengabadikan setiap moment hembusannya. Setiap detik yang hening dan dingin,  yang ntah kapan bisa aku rasakan kembali. 

Menembus Kabut

Menjelang magrib. Dari beberapa kamar, hanya 2 yang sudah terisi. Kami dan sepasang suami istri yang baru kami kenal. Karena kami gak liat ada warung makan kecuali kafe yang tadi kami datangi, akhirnya kami kembali ke sana lagi untuk makan malam. Tapi ternyata, kafe tutup jam 6. wkwk Anak Jakarta ini kaget! Alhamdulillah kami masih bisa order makanan. Jadi kami memesan untuk di take away aja. 

Kabut masih membayang, dingin yang begitu semakin kami rasakan. Tiba-tiba ingat petuah orangtua, "Sudah magrib jangan keluar rumah". Yes, diluar sana, kami hampir tidak bertemu orang lain selain karyawan kafe itu. Baru ingat lagi suasana desa yang tidak ada dunia malamnya. 

Gelap mulai menyelimuti. Gak disangka, ternyata view citylight nya benar-benar mevvah. Gemerlap cahaya kota yang jauh di sana bisa kami nikmati dalam pandangan mata. Sayangnya aku gak sempat mengabadikaannya. Angin yang berhembus juga cukup kencang dan dingin.

Penginapan cukup sepi. Mungkin karena Weekday juga ya. Hanya ada beberapa kamar yang terisi. Dan masing-masing dari kami lebih suka berada di dalam kamar. Suasana desanya juga berasa sepi dan gelap banget. Jadi baiknya emang di dalam aja, takut muncul sesuatu gitu wkwkw.

Udaranya masih dingin sekali, dan kami kembali menggigil kedinginan apalagi kalau pas kena air. Alhamdulillah bangunan homestay nya ini cukup bisa menghalau udara dingin dari luar, juga selimut yang cukup menghangatkan. 

Malam membawa kegelisahan. Jujur, ntah kenapa pagi terasa lama sekali. 

Day 5,  Magelang - Semarang - Jakarta

Rabu - Pagi hari, tidak ada jadwal lagi. Tapi aku bangun cukup pagi dan melihat pemandangan yang masya allah lagi. Ahhh, benar-benar wow banget bagiku. Pemandangan gunung tepat di depan kamar kami. 

Udara dingin kembali menyapa kami. Matahari masih malu-malu, tapi kami tak sabar menyambutnya kembali. Rencana kami hari ini hanya bersantai menikmati pemandangan yang ada di depan mata. 

Tetangga sebelah yang juga dari Jakarta mengajak kami untuk pergi ke Negeri Syur Sukomakmur, tapi kami menolak karena agak takut dengan Jalanannya, itu. Takut kecapekan juga karena hari ini kami akan kembali ke Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.   Tapi next nya ya semoga bisa berkunjung ke sini lagi dan pergi ke negeri sayur sukomakmur.

Menikmati Keindahan 

Jadi kami hanya pepotoan dan menikmati pemandangan dari depan kamar. Dan ini sangat memuaskan juga. Ya walaupun gak kemana-mana, tapi kami cukup puas menikmati pemandagan yang ada ASli ya, gak bosan lho. 


Pemandangan gak hanya dari depan kamar aja. Di kamar kami ada pintu belakangnya juga. Dan pemandangannya gak kalah indah. 

view belakang kamar

Udara masih panas dingin. Kami mandi pakai air hangat. Yak, walaupun kamar mandi sharing, dari 2 kamar mandi, ada 1 yang tersedia air panas. Rasanya enak banget! Udara dingin, badan terasa anget-anget gimana gitu. Kami tidak berkeringat. Rasanya badan kayak gak karuan. Rasanya, kami ingin cepat-cepat kembali ke Jakarta, walaupun sebenarnya pemandangan di sini sangat indah. 

Perjalanan Magelang ke Semarang

Dari Kabupaten Magelang, singgah di Kota Magelang. Lalu melanjutkan perjalanan ke Semarang. Pukul 10, kami bergegas melanjutkan perjalanan. Hari ini jadwal kami kembali ke Jakarta. Rute pertama, melewati Kota Magelang untuk bertemu dengan Mbak Rini. Ya walaupun cuma ngobrol sebentar saja. 

Dapat oleh-oleh :D

Arah balik dari Magelang ke Semarang, kami juga melewati Ambarawa. Jalaan yang sngat aku rindukan. Karena di sini, ada serabi kesukaanku. Tentu saja, Kami juga singga untuk  makan serabi yang dipinggir jalan itu. Asli, ya. Ini serabi enak banget. 

Sesampainya di Semarang Kota, kami beli Moachi Gemini Kentangan, lalu makan soto seger di kota lama. Nah, ini soto seger yang kami makan juga sebelumnya. Karena emang enak banget, aku request ke PakSu untuk makan ini lagi sebelum balik ke Jakarta. wkwk

Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan ke stasiun Semarang Tawang. Motor sewaan juga kami minta pick up di Stasiun aja.  Pukul 14:15 kami tiba di Stasiun Tawang, tapi  motor baru bisa dijemput jam 3 an. Akhirnya kami Mampir Loko Coffe untuk ngecas dan nyobain minumannya sebelum checkin boarding, Pas. Biar ketemu sama yang ngambil motornya juga gak jauh~

Semarang - Jakarta

Jam boarding tiba, kami di izinkan masuk ke area peron. Pukul 15:45 kereta kami akan melaju menuju Jakarta. Kali ini, kereta yang akan membawa kami adalah rangkaian KA Gunung Jati Semarang - Jakarta. Kami duduk di kursi 7 A & B. Alhamdulillah dapat kursi dengan posisi maju searah jalannya kereta.. Ya beginilah kalau naik ekonomi premium.. 

Setelah beberapa jam perjalanan, kami tiba di Stasiun Jatinegara pukul 21:17 dan melanjutkan kembali ke rumah.

Alhamdulillah. Ternyata udara panas dan keringat yang seringkali  kami keluhkan menjadi yang akhirnya kami rindukan. 

Cerita Dari Perjalanan Kita

Sesampainya di rumah, kami menyadari banyak hal. Pada perjalanan kali ini,  lokasi yang kami pilih ber-udara dingin semua. Jadi kangen rumah, rindu sama panasnya kota Jakarta. Trip ini sebenarnya seru, tapi jadi notes juga buat di next trip untuk gak salah pilih destinasi yang membuat kami ingin cepat pulang. wkwk 

Ke Dieng itu, destinasi dan jamnya harus jelas. Salah timing, akan berubah juga ekspektasinya.

Wisata di sini beneran murah. Namun dengan area yang tidak luas. Bahkan ada yang terlihat masih satu area, ternyata beda tiket masuknya. Jadi mesti bayar bayar lagi. Contoh di tempat wisata Pintu langit aku kira sama, ternyata beda. Padahal masih dalam 1 area gitu. Berasa kena prank sih. Wkwk

Namun tetap, setiap sudut Dieng, Wonosobo dan Magelang punya cerita indah yang sulit kami ungkapkan. Keindahan alamnya sangat berbeda dengan tempat-tempat yang pernah kami datangi sebelumnya. Bahkan kami sedikit menyesal, kok baru sekarang ya?

Kelak, semoga Ketika kami Kembali ke sini, keindahannya masih tetap sama, dengan moment yang lebih menyenangkan.

Jakarta, 26 - 30 April 2025

No comments

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^